AWALI NEW NORMAL DENGAN KEBUGARAN

Samidi (Dito) – Check Suhu Badan Guru dan Tenaga Kependidikan

Sudah 2 bulan lebih, tepatnya mulai tanggal 16 Maret 2020 pandemi covid 19 bertamu ke negeri ini dan memaksa kita untuk belajar banyak tentang arti kesehatan, pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta makna kesabaran. Banyak perubahan dalam semua bidang demi memberi ruang untuk pandemi covid 19 yang datang tak diundang dan belum ada tanda entah kapan ia akan pulang.

Rutin Jaga Kebersihan – Cuci Tangan

Tak luput dunia pendidikan Wonogiri terimbas dan harus memutar haluan untuk dapat memenuhi hak mendapatkan pendidikan bagi peserta didik. Kolaborasi guru dan orang tua menyelenggarakan pendidikan di rumah bagi anak membuahkan banyak reaksi mulai dari yang positif sampai negatif, namun demikian semua tetap membuahkan hikmah yang baik bagi semua pihak.

Anjuran pemerintah yang membuat kebijakan baru dengan istilah new normal memberi angin segar untuk menggantungkan lagi harapan akan pulihnya keadaan menuju kembalinya keadaan normal aktivitas dalam kehidupan. Mulai tanggal 5 Juni 2020 beberapa instansi dan dunia pendidikan di Wonogiri memulai kembali rutinitas dunianya meskipun belum 100% sempurna.

SD Negeri 4 Jatisrono salah satunya,  menyambut dengan sukacita berakhirnya Work From Home (WFH) untuk kembali ke sekolah bersama-sama. Dengan menerapkan protokol kesehatan, antara lain pengecekan suhu badan dengan termogan sebelum masuk kantor, menggunakan masker berlogo SDN 4 Jatisrono dan mencuci tangan di wastafel yang telah tersedia,  sebelas personel guru dan karyawan SD Negeri 4 Jatisrono siap mengawali hari baru dengan penuh semangat.

Rutinitas setiap hari Jumat juga sudah mulai dilaksanakan, yaitu senam bersama dalam kegiatan Jumat bersih dan sehat, seakan-akan reflek menuntun tangan dan kaki ini untuk bergerak bersama seiring alunan irama musik mengawali new normal di hari pertama. Segaaar….lentur lagi otot-otot badan ini setelah sekian lama terisolasi.

Bahagia bercampur haru setelah tarikan nafas panjang dan tepuk tangan mengakhiri senam bersama dalam durasi kurang lebih 15 menit ini. Rasa sesak dada saat membalikkan badan, dimana biasanya anak2 berhamburan menyerbu untuk berjabat tangan, kini tiada lagi kebersamaan dengan mereka. Berlinang airmata mengenangnya. Semoga badai segera berlalu, sehat kembali bumiku, rindu kami untuk  anak-anakku. (Tri Winarni, S.PdI, M.PdI – Guru Pendidikan Agama Islam – SDN 4 Jatisrono)