In House Training on Ramadhan Mubarak

Antusias Peserta SDN 2 Gondangsari

Perkembangan teknologi dan informasi melaju dengan pesat pada abad 21. Sistem komputasi merasuk dalam segala lini kehidupan tidak terkecuali dalam dunia pendidikan. Dengan  dimulainya satu data untuk semua melalui dapodik (data pokok kependidikan) menandai era baru dalam pelaporan segala bidang yang terkait dengan kependidikan. Jika di masa lampau pelaporan hasil belajar peserta didik (raport) hanya dikerjakan secara manual untuk kemudian diterimakan kepada wali murid, maka di era sekarang sudah tidak lagi berlaku. Dengan adanya aplikasi e raport yang terhubung dengan jaringan dapodik diharapkan pelaporan hasil belajar peserta didik lebih akuntable dan dapat dipertanggung jawabkan bukan hanya kepada peserta didik dan wali akan tetapi juga kepada pemerintah dengan sistem online.

Dalam rangka memantapkan penguasaan aplikasi e-raport, SD Negeri 2 Gondangsari berkerjasama dengan narasumber dari bidang TPKPP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Joko Susilo menyelenggarakan kegiatan IHT on Ramadhan Mubarak pada hari Kamis, 15 April 2021. Susetyo Hadi selaku kepala sekolah dalam pembukaan acara menyampaikan bahwa bulan Ramadhan adalah moment yang tepat untuk meng-upgrade diri selain dengan ibadah-ibadah mahdhah (ibadah yang telah ada syarat dan rukunnya) juga bisa diisi dengan belajar karena sinau kuwi ra enek enteke (belajar itu berlaku sepanjang hayat). Beliau berpesan agar seluruh guru SD Negeri 2 Gondangsari dapat memanfaatkan kesempatan berharga ini dengan semaksimal mungkin. Segala hal yeng perlu digali dari aplikasi eraport harap betul-betul dipelajari dan jika belum paham benar bisa bertanya langsung kepada narasumber.

Sularsi

Sularsi, sangat semangat mengikuti IHT e-Rapor meski 3 bulan lagi memasuki masa Purna Tugas

Joko Susilo memulai sesi IHT dengan mengajak peserta pelatihan untuk menyanyikan sebuah tembang dolanan lawas berjudul esuk-esuk. Beliau meminta kepada seorang guru senior di SD Negeri 2 Gondangsari Ibu Sularsi untuk mengajari peserta lain utamanya guru-guru yang masih muda. Menurut beliau generasi sekarang selain harus menguasai teknologi juga perlu mendapat sentuhan moral atau budi pekerti melalui tembang-tembang dolanan maupun macapat. Oleh karena itu harapan kedepannya guru-guru senior dapat menularkan ilmu-ilmu tersebut kepada generasi dibawahnya. Untuk lebih menyemarakkan kegiatan IHT, Joko Susilo rupanya memberikan kejutan doorprize berupa buku kepada peserta yang terpilih. Hal ini membuat susasana IHT yang sebelumnya terkesan menegangkan menjadi lebih cair dan hangat. Suasana kekeluargaan segera memenuhi ruang kegiatan pelatihan yang berada di markas besar guru SD Negeri 2 gondangsari. Bahkan beberapa guru yang sebelumnya enggan menggunakan komputer menjadi termotivasi belajar dengan sungguh-sungguh dalam acara ini.

Pada sesi inti, Joko Susilo menyampaikan tata kelola beserta cara pengerjaan e-raport dari A hingga Z secara rinci dan tuntas. Beliau dengan telaten mengatasi segala kesulitan yang dialami oleh para guru. Semua permasalahan diurai hingga bertemu dengan jawaban yang memuaskan sehingga peserta benar-benar menguasai skill untuk mengerjakan e-raport secara mandiri.

Acara IHT yang berlangsung selama hampir tiga jam berturut-turut dimulai dari pukul 08.30 WIB dan berakhir pada jam 11.30 WIB terasa ringan dan segar karena narasumber yang piawai mengemas acara dengan sersan (serius tapi santai). Pada sesi penutup beliau berpesan agar para peserta tidak perlu risau dengan adanya aplikasi e-raport ini karena sejatinya e-raport ini bukanlah hal yang sulit namun justru meringankan tugas guru karena mengurangi tugas guru untuk memasukkan nilai siswa ke dalam Buku Induk Nilai Siswa. (SN – Jatisrono)