(Dongeng) Alas Kethu Membawa Jatisrono Melaju Menuju Provinsi
Peserta dari Jatisrono

Peserta Lomba Dongeng Bahasa Jawa

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan selenggarakan seleksi peserta Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat kabupaten yang di ikuti oleh setiap siswa-siswi utusan tingkat kecamatan, pada 11 November 2021 bertempat di Gedung PGRI Kabapuaten Wonogiri. Dalam rangka memeriahkan bulan bahasa, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah mengadakan Festival Tunas Bahasa Ibu dengan menyediakan beberapa cabang perlombaan. Festival ini terbuka untuk siswa SD-SMP di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Beberapa cabang perlombaan yang bisa di ikuti oleh siswa SD diantaranya Menulis Gurit, Membaca Gurit, dan Mendongeng dalam Bahasa Jawa.

Menyambut seruan tersebut korwilbidikcam Jatisrono mengirimkan siswa-siswinya untuk mengikuti perlombaan setelah sebelumnya mengadakan seleksi tingkat kecamatan untuk memeriahkan event perlombaan ini. Berdasarkan seleksi tersebut yang berhak maju Lomba Cabang Mendongeng tingkat kabupaten adalah Dianta Kusuma Diatama dan Almeera Norine Giriadi yang keduanya merupakan siswa-siswi kelas 5 SD Negeri 2 Jatisari, Jatisrono.

Dengan mengenakan kostum Lurik Lompong Keli, Almeera Norine Giriadi berhasil memukau perhatian para Juri dan penonton. Siswi kelas lima ini mendongengkan cerita rakyat Wonogiri, Alas Kethu. Alas Kethu merupakan ikon Kabupaten Wonogiri yang lokasinya berada di Kelurahan Giriwono. Mendongeng dalam bahasa Jawa, kreasi dan ekspresi serta vokal yang disampaikan begitu apik sehingga Almeera berhasil mendapat 713 poin sebagai nilai tertinggi sehingga ditetapkan sebagai Juara Pertama yang berhak menjadi wakil Kabupaten Wonogiri untuk tampil di tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Tidak kalah menariknya dalam Cabang Lomba Mendongeng putra, ada Dianta Kusuma Giatama yang mengenakan kostum menyerupai monyet putih, juga mendongengkan cerita rakyat Wonogiri, Kethek Ogleng. Siswa yang juga duduk di kelas lima ini berhasil memikat para juri sehingga mendapat 715 poin dan menempati posisi kedua dalam perlombaan.

Meskipun waktu seleksi sangat singkat, SD Negeri 2 Jatisari Kecamatan Jatisrono dengan dikomando oleh Kaelan, sebagai Kepala Sekolah beserta seluruh dewan guru berhasil membimbing siswa-siswinya dengan memborong dua Piala sekaligus dalam satu Cabang Lomba Mendongeng.

Tiga terbaik putri Cabang Lomba Mendongeng yaitu: pertama Almeera Norine Giriadi dari SD Negeri 2 Jatisari, Jatisrono; kedua Aisyah Sya’banira dari SDN 3 Krisak, Selogiri; dan ketiga Irene Hanindita Gunawan dari SD Kanisius Baturetno. Sementara tiga terbaik putra Cabang Lomba Mendongeng yaitu: pertama Ade Eza Gustama dari SD Negeri 2 Baturetno; kedua Dianta Kusuma Giatama dari SD Negeri 2 Jatisari, Jatisrono; dan ketiga Rafif Afgan Satrio Nugroho dari SD Negeri 1 Gondang, Purwantoro.

Sebuah perlombaan diadakan tidak semata-mata untuk mendapatkan piala atau trophy kejuaraan namun dibaliknya ada sebuah misi untuk kembali membudayakan kembali penggunaan bahasa ibu yaitu Bahasa Jawa yang sudah mulai jarang digunakan oleh anak-anak usia belia. Diharapkan lomba ini bisa mengangkat kembali budaya lokal yang hampir punah terkubur oleh kemajuan zaman. (Siti Nurjanah – Kontributor)