Diseminasi Calon Guru Penggerak, Rangkul Empat SD di Jatisrono

Guna melaksanakan tugas Aksi Nyata Modul 1 Pendidikan Guru Penggerak, SDN 2 Gondangsari menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Praktik Baik Budaya Positif pada hari Kamin 20 Januari 2022 mulai Pukul 10.00 WIB hingga selesai. Diseminasi juga turut di ikut dukung oleh tiga satuan pendidikan di sekitarnya yaitu SDN Krandegan, SDN 1 Pelem, dan SDN 1 Gunungsari. Paiman selaku Korwilbiddikcam Jatisrono yang juga ikut hadir dalam sambutannya menyampaikan bahwa benih padi walaupun unggul namun apabila tidak dirawat dengan semestinya maka tidak akan menghasilkan padi yang baik. Namun, apabila bibit (walaupun bukan bibit unggul) apabila ditanam dan dirawat dengan sungguh-sungguh akan menghasilkan bulir padi yang bagus dan bermanfaat bagi orang banyak.

Pengimbasan PGP

Susetyo Hadi, selaku Kepala Sekolah SDN 2 Gondangsari menyampaikan bahwa Diseminasi ini merupakan satu rangkaian kegiatan yang harus dilaksanakan oleh Calon Guru Penggerak. Beliau menambahkan bahwa sekolah mendukung penuh untuk memberikan fasilitas yang diperlukan untuk mempermudah jalannya pelaksanaan Pendidikan Guru Penggerak.

Paiman – Korwilcam Bidik Jatisrono

Materi Modul 1 Pendidikan Guru Penggerak dismpaikan oleh Siti Nurjanah (Calon Guru Penggerak Angkatan 4 kabupaten Wonogiri) selama kurang lebih 2 jam. Dalam sesi inti Siti Nurjanah berbagi Praktik Baik untuk setiap aksi nyata yang telah dilaksanakan. Disamping berbagi Praktik Baik dalam acara tersebut juga disampaikan pemikiran-pemikiran dari Pahlawan KiHajar Dewantoro yang telah mendirikan sekolah Taman Siswa sebagai pintu gerbang menuju kemerdekaan NKRI. Menurut Ki Hajar Dewantoro, pendidikan dimaksudkan untuk menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Guru mempunyai peran strategis dalam menuntun tumbuh kembang anak. Namun, dalam menuntun tumbuh kembang anak, perlu memperhatikan kodrat alam dan juga kodrat zaman. Kodrat alam merupakan bibit, cikal bakal yang dimiliki anak berdasar sifat bawaan yang diturunkan oleh kedua orang tua anak tersebut. Sementara kodrat zaman merupakan waktu atau zaman dimana anak hidup, tumbuh, dan berkembang,

Acara ditutup pukul 12.30 setelah materi mengenai Modul 1.4 Budaya Positif disampaikan. Materi Budaya Positif lebih menitik beratkan pada perubahan paradigma disiplin dalam penerapannya di sekolah. (Tim Panitia)