Aksi  FG Jatisrono 2022

Virtual Meeting dengan Platform G Meet

Aksi  Forum Guru Jatisrono bekerjasama dengan Redaksi Jawa Pos (Radar Solo) mengelar  kegiatan Pelatihan Penulisan Artikel Populer di Media Massa secara virtual Sabtu, 19, 12 Februari , 5&12 Maret  2022 serta Pelatihan Best Practice secara luring 26 Februari, 5,12,19 Maret 2022

Kegiatan  Penulisan Artikel  yang diikuti 70 guru TK, SD, SMP, SMA/K tersebar dari Kabupaten Wonogiri (tersebar dari Kecamatan Batuwarno Giritontro, Jatipurno , Jatiroto, Jatisrono, Slogohimo, Manyaran , Selogiri, Pracimantoro, Wonogiri, Kismantoro, Wuryantoro), ada juga dari Provinsi Kalimantan Timur yang ikut pelatihan artikel . Pelatihan  ini bertujuan agar guru dapat membuat artikel popular di media massa serta dapat membuat Best Practice sebagai Karya Ilmiah. Kegiatan Best Practice diikuti 39 peserta yang tersebar dari Kecamatan Girimarto, Jatisrono, Jatiroto, Manyaran, Selogiri, Wonogiri, Paranggupito, Sidoharjo.

Ketua panitia kegiatan Lilis Yuniwiyati melaporkan kegiatan “Pelatihan Penulisan Artikel Populer Ilmiah di Media Massa dan Best Practice Bagi Guru Kabupaten Wonogiri Tahun 2022” Pelatihan Artikel dengan daring dan Pelatihan Best Practice secara luring. Antusias dari peserta sangat banyak . Sebagian dari peserta Pelatihan Artikel 4 ini merupakan peserta yang belum tercover di Pelatihan Artikel 3 yang masuk daftar tunggu.

Paiman Korwil Kecamatan Bidang Pendidikan Jatisrono dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Pelatihan Artikel dengan  dan Pelatihan Best Practice ini sangat bermanfaat untuk guru dalam pembuatan karya ilmiah. Beliau menceritakan perjuangan arsitek dalam pembangunannya berinovasi dari tangga, pembuatan lif sederhana, sampai lif modern yang dibuat sangat nyaman serta dapat melihat keindahan diluar. Harapannya, kita dapat menjadi arsitek pendidikan dengan berproses. Orang yang menang adalah orang yang mau berproses dan berinovasi. Sehingga pelaku – pelaku pendidikan benar-benar menjadi pelaku pendidikan yang kreatif, kompeten dan mempunyai suri teladan  yang baik.

Pelatihan di buka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri Yuli Bangun Nursanti secara virtual  melalui aplikasi Meet. YBN menyampaikan sekilas tentang sekolah penggerak. Sekolah Penggerak adalah katalis untuk mewujudkan visi pendidikan  Indonesia. Sekolah  yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistic untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila diawali dengan SDM yang unggul (Kepala Sekolah dan Guru).  Visi pendidikan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlaq mulia, bergotong royong, dan berkebhinekaan global

Narasumber Best Practice adalah Katiman, dan Lestari Ning Purwanti menyumplik materi inti. Bahwasanya Best Best Practice (disebut juga praktik baik) adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan pengalaman terbaik tentang keberhasilan seseorang dalam melaksanakan tugas profesinya. Lestari Ning Purwanti memberi gambaran mencari judul yang menarik untuk diangkat dan ditulis. Katiman juga menambahkan bagaimana cara lolos dalam Penilaian Angka Kredit.

Pertemuan berikutnya akan disampaikan oleh Kabun Triyatno Pemimpin Redaksi  Jawa Pos Radar Solo tentang tulisan Ilmiah Populer yang akan dipublikasikan di media massa. (NRW).