Mengelola Perubahan yang Positif

Menjadikan sekolah menjadi tempat yang nyaman, aman, dan bermakna bagi tumbuh kembang anak-anak merupakan impian bagi semua pihak. Mimpi ini merupakan impian yang sangat megah, terasa begitu ideal namun untuk mewujudkannya tidak semudah membalik telapak tangan. Diperlukan sebuah kolaborasi dari berbagai pihak sebagai langkah nyata agar mimpi tersebut dapat terwujud.

Koordinasi bersama Wali Murid

Hal pertama yang perlu diubah adalah budaya, kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh warga sekolah. Hal ini tentu bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Kita cenderung merasa tidak perlu melakukan perubahan, karena tinggal di zona nyaman. Agar perubahan bisa terlaksana secara konsisten kita perlu menyusun visi sekolah. Visi merupakan kompas penunjuk arah mulai dari garis start untuk melangkah hingga menuju finish kemana tujuan hendak dicapai.

Untuk dapat mewujudkan visi sekolah diperlukan sebuah perubahan paradigma atau alat untuk mencapai tujuan. Inkuiri Apresiatif (IA) merupakan sebuah manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis kekuatan. IA berusaha fokus pada kekuatan yang dimiliki oleh setiap anggota dan menyatukannya sehingga menghasilkan kekuatan tertinggi. IA percaya bahwa setiap anggota bisa memunculkan kontribusi positif untuk menciptakan sebuah keberhasilan. Alih-alih menanyakan mengenai kelemahan, IA justru mengumpulkan segala hal yang sudah baik dan berhasil untuk menyusun rencana-rencana perbaikan selanjutnya. Dalam perjalanannya di Indonesia metode IA dikenal sebagai Bagja yaitu Buat pertanyaan utama, Ambil pelajaran, Gali mimpi, Jabarkan rencana, dan Atur eksekusi.

Koordinasi bersama Guru dan Tenaga Kependidikan

Untuk mewujudkan perubahan budaya di SD Negeri 2 Gondangsari, pada hari Jumat dan Sabtu, 3-4 Maret 2022 dilaksanakan rundown kegiatan musyawarah dengan seluruh warga sekolah untuk menyusun langkah-langkah strategis untuk melakukan perubahan positif. Dalam pelaksanaannya mimpi-mimpi dan komitmen untuk mewujudkannya secara bersama-sama telah disepakati oleh semua pihak baik, Kepala Sekolah, Guru dan Tenaga Kependidikan, siswa-siswi maupun Komite Sekolah, dan Orang tua wali siswa. Segenap wali siswa menyampaikan dukungannya untuk segala kegiatan yang bermakna positif demi peningkatan potensi siswa. Hampir semua wali siswa menyatakan keinginannya agar anak-anak lebih lama berkegiatan di sekolah agar tidak berperilaku meresahkan dan berbudi pekerti yang luhur.