PESANTREN RAMADAN BERMAKNA

Sesuai maklumat edaran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, bahwa sekolah dapat memanfaatkan satu minggu dalam bulan Ramadan untuk mengadakan kegiatan keagamaan. Sejalan dengan himbauan tersebut pada 25-27 April 2022, SDN 2 Gondangsari mengadakan kegiatan Pesantren Ramadan yang diikuti oleh siswa-siswi kelas 1 sampai 5 yang kesemuanya beragama islam secara luring yang bertempat di aula sekolah.

Pelaksanaan Sanlat SDN Gondangsari

Dikarenakan terbatasnya tempat maka setiap harinya kegiatan pesantren dilaksanakan dua sesi secara bergiliran. Sesi pertama diikuti oleh siswa-siswi kelas rendah, sedangkan sesi kedua diikuti kelas tinggi.

Acara pesantren dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al Quran yang secara indah dibawakan oleh ananda Silvia Faza Mushtofa dan Adelia Husna Nabila, keduanya merupakan siswi kelas 4 dan 5 SD Negeri 2 Gondangsari. Dalam pembukaannya Susetyo Hadi, selaku Kepala SD Negeri 2 Gondangsari berpesan agar anak-anak berlatih adab dan sopan santun dengan menggunakan bahasa Jawa Krama apalagi bila bercakap dengan orang yang lebih tua, guru misalnya. Beliau juga berpesan agar anak-anak memanfaatkan kegiatan pesantren ini dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan pemahaman ilmu agama.

Hari kedua Sanlat SDN Gondangsari

Kegiatan Pesantren Ramadan dikemas dengan variatif agar anak-anak tidak merasa jenuh. Seluruh GTK SD Negeri 2 Gondangsari terlibat aktif dalam setiap kegiatan pesantren. Di hari ketiga pelaksanaan Pesantren Ramadan dibagikan bingkisan lebaran untuk siswa-siswi yang berasal dari keluarga sederhana. Sedang untuk anak-anak yang lain diberikan doorprize dari kuis-kuis yang disajikan. Suasana terasa hangat dan mengharukan karena sebentar lagi Susetyo Hadi akan segera memasuki usia purna tugas sebagai kepala sekolah.

Rangkaian kegiatan Pesantren Ramadan ditutup dengan kegiatan Doa dan Buka Puasa Bersama kelas 6. Pada hari yang sama sore hari menjelang magrib seluruh siswa-siswi kelas 6 bersama GTK berkumpul di aula. Selain buka bersama juga dilaksanakan doa Bersama untuk agar hasil ujian dapat maksimal, lulus, dan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Nana Miftahul Hasanah GPAI SD Negeri 2 Gondangsari bertugas sebagai pemandu acara dari awal hingga akhir kegiatan menyampaikan harapannya walaupun kegiatan pesantren kilat ini terlihat hanya singkat, semoga dapat memberikan sebuah perubahan perilaku pada peserta didik. Jangan sampai ilmu yang diberikan sekejap, hanya melekat saat dilaksanakan pada program tersebut. Maksudnya, setelah kegiatan pesantren kilat selesai maka selesailah semuanya. Namun, dalam kegiatan sehari-hari dapat melaksanakan program pendampingan keagamaan untuk siswa siswi. Sehingga pola pendidikan karakter dan moral dapat terlaksana dengan baik. Agar dapat membetengi anak-anak dari pengaruh perkembangan arus globalisasi. (Nana MH-GPAI SDN 2 Gondangsari)