Peran Guru dan Orang Tua dalam memperindah karakter anak.

Pendidikan merupakan hal yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan. Kemajuan dan kemunduran suatu bangsa sangat tergantung pada maju dan mundurnya pendidikan. Karena dengan pendidikan manusia akan mengetahui kebaikan dan keburukan. Peradapan suatu bangsa akan bertahan dan semakin maju dengan sebab pendidikan juga.

Adab atau bisa juga disebut karakter memiliki posisi yang sangat tinggi dalam upaya mewujudkan peradaban suatu bangsa. Adab yang ada pada diri pribadi seseorang merupakan ciri kesusksesan dan kebahagiaan, sebaliknya rendahnya adab merupakan ciri dan tanda-tanda kehancuran. Seluruh kebaikan didunia dan dia akhirat semua didapat dari tingginya adab begitu pula sebaliknya kesengsaraan di dunia dan di kahirat terjadi karena rendahnya adab.

Setiap insan ingin meraih kebahagiaan dalam kehidupan ini. Keinginan untuk meraih bahagia ini tidaklah tercela dan tidak pula seseorang disalahkan karenanya. Didalam meraih kebahagiaan ini, manusia itu sendiri akan terbagi dalam dua keadaan yaitu kegagalan dan keberhasilan. Pertama adalah kegagalan didalam meraih kebahagiaan yaitu mereka yang mencari kebahagiaan namun tidak mengetahui jalan yang harus dilalui dan tidak mengerti pintu-pintu yang harus diketuk. Kedua adalah keberhasilan didalam meraih kebahagiaan yaitu mereka yang semakin bertambah ilmunya dan kasih sayangnya.

Manusia termasuk salah satu makhluk Allahﷻ yang menjalani roda kehidupan ini. Berawal dari sepasang suami dan istri kemudian berkembang menurunkan anak cucu dan seterusnya serta hidup bermasayarakat. Allahﷻ berfirman:

“Allah menjadikan bagi kamu istri-istri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah ?” (QS. An Nahl:72)

Buah hati kita terlahir dalam keadaan fitrah yang suci. Kedua orang tualah yang meletakkan pondasi dasar pendidikannya yang akan menentukan dan menghantarkannya menuju kehidupan yang baik atau yang buruk. Diantara hak anak yang wajib ditunaikan oleh orang tua adalah mendapatkan pendidikan akhlak mulia dan diperingatkan dari akhlak yang buruk karena akhlak yang mulia memiliki kedudukan yang tinggi dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Permata hati kita merupakan generasi penerus umat. Pendidikan karakter terhadap generasi penerus haruslah mendapatkan posisi yang lebih besar meskipun masyarakat secara umum belum seluruhnya faham akan betapa pentingnya pendidikan pada buah hatinya. Permata hati harus kita didik dengan sekuat tenaga tanpa menyisakannya dan pendidikan yang sangat dibutuhkan dalam upaya menanamkan karakter adalah pendidikan adab dan akhlaq.

Termasuk bentuk tanggungjawab dan kesungguhan orang tua dalam mendidik anaknya adalah keteladanan orang tua itu sendiri. Betapa indahnya tatkala keteladanan ini bisa diwujudkan secara bersama-sama oleh kedua orang tua. Istri adalah ibu bagi anak-anak dan tidak ada yang mampu menggantikan posisi seorang ibu maka keberadaannya harus diposisikan sebagai patner utama oleh sang suami dalam mendidik anak, keduanya saling bahu-membahu dalam memikul tanggung jawab pendidikan yang mulia tersebut.

Rasulullah ﷺ mengingatkan kepada kita semua:

“Seorang lelaki adalah pemimpin bagi keluarganya dan dia bertanggung jawab terhadap mereka. Seorang wanita adalah pengatur bagi rumah suaminya dan anak-anaknya dan dia bertanggung jawab terhadap mereka”

(HR. Al Bukhori No 6605 dan Muslim No 3408)

Mendidik anak bukan hal yang mudah. Orang tua dan guru keduanya adalah pendidik dan harus berjuang keras sekuat tenaga tanpa menyisakannya agar setiap hal yang merusak tidak menghampiri anak. Jika kita biarkan niscaya pendidikan yang kita usahakan akan sulit mencapai hasil yang diharapkan oleh karena itu kita perlu mengetahui apa saja yang harus dihindarkan sejauh-jauhnya dari anak.

Merupakan hal yang sangat indah ketika seorang pendidik baik orang tua maupun para guru mampu meyakinkan murid-muridnya dengan ucapannya kemudian mereka melihat perilaku kondisinya selaras dengan apa yang dikatakannya sesungguhnya dia telah menempuh jalan yang lurus dan jalan yang selamat.

JOKO SUSILO – SD Negeri 1 Pelem